Sebagian besar orang menggunakan sabun untuk mandi. Nah, kalo saat mandi mungkin diantara kalian mengalami kejadian tidak sengaja merasakan cipratan sabun. Tentu rasanya pahit kan ! Itu karena sabun mengandung senyawa basa. Sebagian besar orang juga pernah memakan jeruk karena vitamin C yang terkandung dalam jeruk baik untuk kesehatan. Sebagian jeruk berasa masam. Mengapa demikain ? karena jeruk mengandung asam sitrat yang menyebabkan rasa masam tersebut. Jadi, apa yang dimakud dengan asam dan basa ? Apa saja contoh asam dan basa ? Bagaimana sifat-sifatnya dan indikator cara mengetahui asam dan basa ? Apa pengaruh asam basa terhadap perlatan elektronika? Mari kita pelajari bab asam dan basa karena senyawa asam dan basa sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
A.
1. Teori Asam Basa Archenius
Svante August Arrheniuss mendefinisikan teori asam basa sebagai berikut.
Asam adalah senyawa yang jika dilarutan dalam air akan menghasilan ion H+
Contoh : HCl (aq) « H+(aq) + Cl –
H2SO4 (aq) « 2H+(aq) + SO42-(aq)
H3PO4 (aq) « 3H+(aq) + PO43- (aq)
Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion OH- .
Contoh : NaOH(aq) « Na+(aq) + OH-(aq)
Ca(OH)2 (aq) « Ca2+(aq) + 2OH-(aq)
2. Teori Asam Basa Bronsted – Lowry
Teori asam-basa yang menitik beratkan pada reaksi pelepasan dan penerimaan ion H+ (proton) pertama kali dikemukakan oleh Bronsted dan Lowry. Sehingga teori asam-basa ini dikenal sebagai teori asam basa BRONSTED-LOWRY
Menurut Bronsted dan Lowry,
· Asam adalah senyawa yang dapat melepaskan atau memberi proton (donor proton ),
· Basa adalah senyawa yang dapat menerima proton (aseptor proton ),.
Contoh : dalam reaksi
NaOH bertindak sebagai basa karena dapat menerima proton membentuk H2O. Sedangkan NH3 bertindak sebagai asam, karena dapat melepaskan proton.
Untuk memperjelas penentuan asam basa pada reaksi di atas perhatikan persamaan setengah reaksinya di bawah ini:
Antara NH3 dengan NH2- dan H2O dengan NaOH dinamakan asam-basa pasangan.
Dengan memperhatikan reaksi-reaksi di atas, dapat dikatakan bahwa antara asam dengan basa pasangannya berselisih satu ion H+.
Sifat suatu zat/ion tergantung pada spesi yang menjadi pasangannya. Zat/ion yang dapat bertindak sebagai asam maupun basa, disebut zat ampiprotik.
Contoh:
3. Teori Lewis tentang asam basa
Manurut Lewis;
· Asam adalah partikel ( ion atau molekul ) yang dapat bertindak sebagai penerima elektron.
· Basa adalah partikel yang dapat bertindak sebagai pemberi pasangan elektron.
Keunggulan teori Lewis dapat menggambarkan asam basa yang tiak dapat digambarkan oleh teori Archenius dan Bronsted-Lowry,sedangkan kelemahannya tidak dapat menggambarkan reaksi antara asam dan basa.
Contoh asam basa menurut teori Lewis
B.
Sifat atau ciri khas senyawa asam antara lain sebagai berikut.
1. Mengashilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air
2. Bersifat korosif (merusak)
3. Bersifat masam
4. Dapat bereaksi dengan basa menghassilkan garam dan air
5. Bersifat elektrolit sehingga menghantarkan arus listrik
6. Derajat keasaman (pH) < 7
7. Jika diuji dengan indicator kertas lakmus biru dapat mengubah lakmus tersebut menjadi merah, sedangkan jika diuji dengan indkator kertas lakmus yang berwarna merah, kertas lakmus tersebut tidak berubah warna.
Sifat atau ciri khas senyawa basa antara lain sebagai berikut.
1. Menghasilkan ion hidroksil (OH- )
2. Bersifat kaustik (merusak kulit )
3. Berasa pahit getir
4. Dapat bereaksi dengan asam dan menghasilkan garam adan air
5. Bersifat elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik
6. Derajat keasaman (pH ) > 7
7. Jika diuji dengan indicator yang berupa lakmus merah, maka akan mengubah lakmus tersebut menjadi warna biru, sedangkan dengan kertas lakmus biru, tidak mengubah warna kertas lakmus biru tersebut
C.
Indikator asam basa adalah zat yang dapat mennujukkan indikasi berbeda jika ditempatkan dalam lingkungan asam, basa atau netral.
Indikator asam basa terdiri dari kertas lakmus, larutan indicator, indicator alami, indicator universal, dan pHmeter.
1. Indikator Alami
Di alam banyak ditemukan indikator asam basa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan antara lain mahkota bunga, daun, dan akar. Berikut bahan-bahan alami indikator asam dan basa:
- Bunga Sepatu
- Hydrangea
- Kunyit
- Bunga Trompet
- Wortel
- Kol Merah
- Kulit Manggis
- Kubis Ungu
Bahan-bahan alami diatas tidak dapat langsung digunakan sebagai indikator, agar dapat digunakan sebagai indikator harus dibuat dalam bentuk larutan dengan cara mengekstraknya. Kemudian ke dalam larutan indikator alami tersebut ditetesi larutan asam dan basa. Perubahan warna yang terjadi disetiap indikator alami bermacam-macam.
2. Indikator Buatan
Indikator buatan yang sering digunakan untuk di laboratorium, antara lain kertas lakmus,kertas indikator universal, dan larutan indikator universal. Indikator tunggal hanya dapat membedakan larutan bersifat asam atau basa, tetapi tidak dapat mengetahui harga pH dan pOH. Yang termasuk indikator tunggal adalah lakmus merah, lakmus biru, fenolftlein, metil jingga, metil merah, dan bromtimul biru.
a. Kertas lakmus
Ada 2 jenis kertas lakmus , yakni lakmus merah dan biru. Pnggunaanya cukup mudah cukup dicelupkan pada larutan yag diuji. Perubahan warna kertas lakmus merah dan biru dapat dilihat pada tabel berikut.
b. Indikator Universal
Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam, indikator yang berupa kertas dan larutan.
1) Indikator Kertas Lakmus (Stik indikator)
Indikator kertas berupa kertas serap dan pada tiap kotak kemasan. Indikator jenis ini dilengkapi peta warna. Pengunaanya sangat sederhana, yaitu sehelai indikatir dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pHnya. Kemudian, hasilnya dibandingkan dengan peta warna yang tersedia.
2) Larutan Indikator
Salah satu contoh indikator universal jenis larutan adalah larutan indikator fenolftain (PP), metil jingga, bromotil biru, dan metil merah. Jika meneteskan arutan asam atau basa ke dalam latutan indikator universal, kita dapat melihat perubahan warna larutan indikator. Berikut perubahan waarna larutan indikator universal tersebut.
Warna
Larutan Indikator pada Lingkungan Asam, Basa, dan Netral :
1. Fenolftalein
Asam : tidak berwarna; Basa : merah; Netral: tidak berwarna
2. Metil merah
Asam : merah; Basa : kuning; Netral : kuning
3. Metil jingga
Asam : merah; Basa : kuning; Netral : Kuning
4. Bromtimol biru
Asam : Kuning; Basa : Biru; Netral : Biru agak kuning